Kemungkinan ular berkepala dua atau  bicephalic adalah 1:10.000, namun seekor ular albino susu Honduras langka berkepala dua ditetaskan di Amerika Serikat.

Awalnya, staf sebuah kelompok konservasi, Sunshine Serpents menginkubasi tujuh telur ular susu, namun saat telur-telur itu menetas, mereka terkejut. Sebab, ada sembilan kepala yang muncul. Satu telur berisi ular kembar, sementara telur lainnya berisi satu ular, tapi dengan dua kepala.

“Awalnya aku tak mempercayai apa yang kami lihat,” kata pemilik Sunshine Serpents, sekaligus ahli biologi di University Central Florida, Daniel Parker, seperti dimuat Daily Mail, Rabu 2 November 2011.

Dia menjelaskan, terminologi “albino” yang pada manusia berarti berwarna putih, berbeda dengan pada ular. “Pada ular, albino berarti kekurangan pigmen gelap,” kata dia.

Parker mengatakan, data mencatat, ular berkepala dua bisa hidup sampai 20 tahun di penangkaran. Sementara, di alam liar tantangan mereka lebih berat. Dengan dua otak memerintah satu tubuh, — terkadang bahkan perintah itu datang bersamaan– ular tak berbisa itu tak mungkin selamat dan panjang umur.

Ular susu yang asal Honduras, menurut anggapan sebagian orang, makan dengan cara menghisap susu dari sapi. Namun, menurut Parker, itu mitos.

Habitat mereka di lumbung pangan — karena mereka suka lingkungan yang dingin dan gelap, mungkin jadi latar belakang segala kesalahpahaman itu.

Makanan mereka tak jauh beda dengan ular lainnya, serangga, cicak, burung, dan mamalia kecil.

Mahluk berkepala dua yang juga sempat membuat heboh adalah kura-kura Afrika yang lahir di Slovakia. Kura-kura itu punya dua nama, Magda — untuk kepala bagian kiri, dan Lenka sebelah kanan. Kura-kura itu punya lima kaki.